Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

STUDY ESKATOLOGIS : KESERATUS EMPAT PULUH EMPAT RIBU ORANG DALAM KITAB WAHYU.SIAPAKAH MEREKA?

Siapakah ke Seratus Empat Puluh Empat Ribu Orang dalam kitab Wahyu? 

 

Tafsiran mengenai 144.000 orang ini berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Yang paling kontras adalah versi saksi-saksi Jevovah yang meyakini 144.000 orang ini adalah jumlah orang yang diselamatkan. Hanya sedikit sekali bukan? Apakah hal ini benar? Siapa mereka? Mari lihat kebenaran ini…
144.000
144.000
Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu. ~Wahyu 7:1-8
Berdasarkan kebenaran diatas, tiga asumsi yang bisa diambil ialah
  • Yang pertama adalah bahwa bilangan itu merupakan tanda untuk sekelompok orang Yahudi yang akan diselamatkan Allah pada akhir zaman.
  • Yang kedua bilangan itu merupakan tanda untuk sekelompok orang yang telah ditentukan Allah untuk menjadi martir.
  • Yang ketiga bilangan itu merupakan tanda untuk seluruh jemaat yang akan dilindungi Allah melewati kesengsaraan pada akhir zaman. Hanya pengujian data yang akan menunjukkan mana di antara ketiganya yang merupakan kemungkinan paling benar.
Tav
Tav
Dalam PL, terdapat kisah yang mirip, yaitu dalam Keluaran 12:12-13, dimana bangsa Israel diselamatkan dari penghakiman Tuhan atas Mesir. Kala itu mereka mengoles darah pada ambang pintu rumah mereka. Darah tersebut merupakan “tanda” perlindungan Tuhan atas Israel terhadap tulah kematian anak sulung di Mesir. Yehezkiel 9 juga menceritakan orang-orang Yahudi yang dilindungi dari penghakiman karena memiliki tanda T di dahi mereka (ת :Tav). Logo ini seperti huruf x atau tanda salib.
Banyak penafsir yang menguraikan ayat ini selaras dengan 2 Kor 1:22, ef 1:13, dan Ef 4:40. Intinya sama, bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus memiliki “tanda” atau materai, sehingga Tuhan mengenal siapan kepunyaanNya. Tanda atau materai ini yang menjamin kepemilikan Tuhan atas orang percaya sampai kesudahannya.

Lantas, 144.000 orang in adalah Gereja atau Orang Yahudi?

Faktanya adalah Yehezkiel mencatata bahwa 140.000 itu memiliki materai di dahi, dan mereka adalah sisa-sisa bangsa Israel. Mereka adalah orang-orang yang disebut dengan “hamba-hamba Allah”. Wahyu 14 mencatat bahwa mereka digambarkan sebagai orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, yang dalam Kitab Wahyu berarti mereka belum pernah terbujuk oleh kekuatan jahat mau ‘pun berkompromi dengan pemujaan berhala. Mereka Juga sepenuhnya benar. “Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu
Bisa jadi mereka adalah orang-orang Yahudi asli yang tidak mau sujud menyembah kepada patung Antikristus, sebab jelas sekali Alkitab mengatakan bahwa Antikristus akan mendirikan patungnya di Yerusalem. Sehingga, orang-orang di Yudealah yang pertama harus melaliran diri. Wahyu 9:4 juga mencatat bahwa mereka yang memiliki tanda di dahi mereka, akan dilindungi dari “belalang-belalang” sangkakala ke-5.
Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. ~Wahyu 13:15
Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota ~Lukas 21:21
Lalu jika 144.000 itu orang Yahudi asli, apakah hanya jumlah itu yang akan diselamatkan? Paulus berkata dalam Rm 11:26 bahwa semua Yahudi akan diselamatkan.
Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub ~Roma 11:26
Ada juga yang menafsirkan bahwa 144.000 orang ini merupakan lambang gereja yang sempurna, karena merupakan angka “totalitas. Tafsiran bahwa ini adalah gereja sempurna dan  mewakili seluruh orang percaya ialah dari segala zaman. Dalam PL terdapat 12 suku Israel dan di PB terdapat 12 rasul. 1000 tahun adalah gambaran dari Kerajaan 1000 tahun. 12x12x1000 merupakan 144.000.
Tetapi perhatikan  Wahyu 7:4
Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari  suku israel

144.000
144.000
Semua ini seturut dengan wahyu Allah kepada nabi Daniel (Daniel 9:24-27). Ke 144.000 orang Yahudi itu semacam “buah pertama” (Wahyu 14:4) dari bangsa Israel yang ditebus yang sebelumnya telah dinubuatkan (Zakharia 12:10; Roma 11:25-27), dan misi mereka adalah menginjili dunia setelah Pengangkatan (Rapture), dan mengabarkan Injil selama masa Penganiayaan Besar.
Sebagai hasil pelayanan mereka (orang-orang dalam Wahyu 7:4), jutaan orang akan beriman kepada Kristus.“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka” (Wahyu 7:9).
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun ~Wahyu 20:4
Ayat ini sangat mengindikasikan kita bahwa 144.000 orang itu sungguh orang-orang Yahudi terpilih, bukan gereja. Lagipula, Perjanjian Baru tidak menawarkan teks yang jelas untuk menggantikan Israel dengan Gereja.kiranya Roh kudus menuntun anda semua untuk memahami isi alkitab di akhir zaman ini.TUHAN YESUS MEMBERKATI.

RENUNGAN : BEKERJA DENGAN IMAN

RENUNGAN IMAN | IMAN TANPA PERBUATAN HAKIKATNYA MATI !!!
bacaan : Yakobus 2 : 14-26


Perbedaan antara penghakiman dan belas kasihan pada bagian sebelumnya sekarang berubah menjadi perbedaan antara iman dan perbuatan. Bagian ini mendukung suatu pemikiran yang sangat meyakinkan. Hal itu mengungkapkan keyakinan penulis yang sangat kuat bahwa iman tanpa perbuatan adalah tidak berguna. Jelas bahwa dia menentang orang-orang yang menyangka dan berkata bahwa iman saja cukup untuk menyelamatkan seseorang. 

Yakobus menekankan bahwa tidak ada pemisahan antara iman dan perbuatan. Tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa dirinya memiliki iman jika tidak ada perbuatan yang membuktikannya. Iman yang sesungguhnya harus diungkapkan dalam perbuatan. Inilah keyakinan Yakobus dan salah satu pokok pikiran utama dalam suratnya. 
Seluruh bagian ini disampaikan dalam bentuk tulisan tanya jawab. 

Dalam banyak hal kita tetap dengan jujur harus mengatakan bahwa pemberlakuan yang setara bagi sesama manusia belum terwujud pun dalam gereja. Hal sederhana dan pemandangan yang biasa jika kita menemukan masih banyak majelis yang akan berdiri lalu sibuk mencari tempat duduk yang kosong untuk pejabat atau orang “penting” yang terlambat datang ke gereja meskipun ibadah sudah dimulai. Ini akan kontras jika ada seorang ibu yang sudah tua berpakaian seadanya dan berjalan perlahan, matanya melihat ke kiri dan ke kanan mencari-cari tempat yang kosong untuk ia duduk. Orang bukannya memberi tempat malah akan menggerutu dan menganggap sebagai pengganggu jalannya ibadah. Celakanya ini dianggap sebagai sesuatu yang biasa dalam gereja.
Surat Yakobus merupakan salah satu surat yang sangat unik, sederhana karena hanya terdiri dari 5 pasal dan kontroversial dengan bahasa yang praktis, tetapi juga sulit dipahami. Salah satu tema dari surat ini, yaitu berisikan tentang peringatan untuk tidak membeda-bedakan orang. Rupanya ada ketidakharmonisan dalam jemaat, sehingga mengganggu relasi antara sesama warga jemaat. Sebagai pemimpin jemaat di Yerusalem, Yakobus merasa bertanggung jawab untuk memberikan nasihat dan arahan kepada jemaatnya yang berlatar belakang Yahudi. Penekanan utama nasihat dan pengajaran Yakobus adalah perbuatan baik karena orang-orang yang dipimpinnya ternyata tidak mengalami perkembangan atau pertumbuhan dalam imannya. Mereka menyatakan diri beriman tetapi tidak menyatakan atau mewujudkan iman itu, sehingga iman mereka tidak berbuah. Salah satu pintu masuk dalam mewujudkan iman yang ditawarkan Yakobus adalah memandang semua orang dengan kebenaran dan hati Allah.
Pengakuan sebagai orang beriman adalah akta yang tak terbantahkan dalam diskursus keagamaan. Sebab jika tidak demikian maka bobot keagamaan seseorang akan dipertanyakan. Pertanyaan lanjut adalah apakah semua orang beragama itu beriman? Ataukah orang yang beriman itu beragama? Yakobus mengatakan: “Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.” Karena iman menuntut pembuktian bukan sekedar dogma, kepercayaan, tetapi melampaui
doktrin-doktrin keagamaan tersebut. Karena itu Yakobus mengguggat cara beriman jemaatnya yang masih terpusat pada ajaran agama, tetapi tidak menghidupi ajaran itu dalam tindakan nyata. Hal yang sangat sederhana, yaitu tidak membeda-bedakan orang, memandang semua orang dengan kebenaran dan hati Allah. Memandang yang dimaksudkan di sini bukan sekedar melihat atau mengarahkan pandangan kita kepada orang tersebut, sehingga itu dirasa cukup
tetapi memandang dengan kebenaran berimplikasi pada sikap dan bahasa tubuh yang menunjukkan penerimaan sepenuhnya akan kehadiran orang lain. Sebuah persekutuan akan menjadi sehat dan bertumbuh jika semua orang menunjukkan sikap penerimaan yang terbuka dan memotivasi sebagaimana Allah menerima semua orang dengan tanpa memandang muka. Memang disadari konstruksi diri seseorang tidak lepas dari pengaruh-pengaruh yang ada di sekitarnya dan itu akan sangat mempengaruhi pikirannya, pemahamannya dan perilakunya. Karena itu konstruksi diri ini harus diletakkan pada koridor kesadaran bahwa diri (self) adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan proses transformasi kehidupan yang sedang berjalan, sehingga pertanyaan “Siapa saya?“ menjadi
sesuatu yang amat sangat penting. Identifikasi diri ini akan sangat membantu dalam menuntun perilaku dan perspektif terhadap sesama baik itu manusia, hewan dan alam sekitar. Ini akan mengubah pusat dari diri kepada orang lain, kepada manusia lain, kepada entitas lain, misalnya alam dan makhluk lainnya.
Membangun citra kehidupan yang meneladani Kristus dalam persekutuan berjemaat adalah visi yang terus berproses bersama kehidupan semesta di antara desakan perkembangan zaman dan denyut pengetahuan yang menantang
naluri kemanusiaan. Iman tidak boleh menjadi substansi yang statis, tidak bergerak maju. Iman harus berproses dan dibentuk dalam siklus kehidupan yang mengarah pada kepenuhan bersama Kristus karena itu iman tidak boleh
stagnan, bahkan mati atau dimatikan tetapi harus bergerak, hidup, dihidupi dan menghidupi seluruh kerja Kristiani semua orang yang mengaku beriman kepada Sumber Kehidupan itu. Jika tidak demikian maka sia-sialah kepercayaan itu.Tuhan Yesus Memberkati.

RENUNGAN : FOKUS IMAN PADA YANG TIDAK TERLIHAT


RENUNGAN | HIDUP FOKUS PADA YANG TIDAK TERLIHAT KARENA IMAN


"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, tetapi pada apa yang tak terlihat. Untuk apa yang dilihat adalah sementara, tetapi apa yang tak terlihat adalah kekal " (2 Korintus 4:18).

Setiap hambatan dalam hidup Anda dapat berubah. Tidak perlu khawatir karena apa yang mungkin anda  hadapi, selalu ada jawaban yang tak terlihat. Itu merupakan hal yang tak kelihatan dan adalah biasa di dalam dunia rohani dimana ada janji-janji Allah. Iman anda akan membuat hal-hal yang tidak kelihatan menjadi sesuatu yang nyata ke alam dunia ini. Bila Anda percaya pada sesuatu, Anda tidak dapat dipengaruhi oleh yang lain. Ketika Anda merubah cara pandang mata Anda pada yang tak kelihatan -sesuai janji-janji Allah- iman Anda tidak akan tergerak oleh keadaan apapun yang mungkin Anda alami dan akhirnya Anda akan melihat janji-janji itu terjadi. Buatlah keputusan hari ini untuk memperbaiki mata dan pikiran Anda pada janji-janji Allah. Renungkanlah janji-Nya sampai mereka menjadi lebih nyata bagi Anda daripada udara nafas Anda. Nyatakan bahwa janji-Nya akan terjadi di dalam hidup anda. 
Nyatakan bahwa Anda telah merasakan nikmat-Nya. Menyatakan bahwa Anda lebih dari seorang penakluk. Jangan biarkan rasa takut dan ragu untuk mengubah apa yang  sedang terjadi atas kehidupan Anda. Ketika Anda terus memperbaiki  mata bathin anda pada janji-janji Allah yang tak terlihat, Anda akan melihat hal itu akan secara alami menjadi nyata dan Anda akan bergerak maju ke hidup berkelimpahan yang telah Tuhan janjikan untuk Anda!

Doa untuk Hari Ini :

Allah Bapa, hari ini aku memilih untuk selalu percaya padaMU. Aku memilih untuk memperbaiki pikiran dan hati saya pada janji-janji Mu Bapa, tidak peduli apa yang tampak seperti di dunia ini. Aku tahu bahwa  FirmanMu adalah benar dan bahwa janji Mu akan terpenuhi dalam hidupku. Dalam Nama Yesus '. Amin. 
Back To Top