Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

KHOTBAH :KORBAN PENEBUSAN DAN PENGEMBALIAN HUTANG DOSA

KHOTBAH | MEMBAYAR HARGA
Bacaan Firman Tuhan.bilangan 6:2,keluaran 22:9

Shalom saudara/saudari didalam Kristus,kali ini kita akan belajar arti pengembalian atau membayar hutang dosa kepada Tuhan.
Pengembalian adalah membuat sesuatu hal menjadi benar kembali. Keadilan haruslah dilakukan. Ada dalam Alkitab,“ Dalam tiap-tiap perkara pertengkaran harta, baik tentang seekor lembu, tentang seekor keledai, tentang seekor domba, tentang sehelai pakaian, baik tentang barang apapun yang kehilangan, kalau seorang mengatakan: Inilah kepunyaanku--maka perkara kedua orang itu harus dibawa ke hadapan Allah. Siapa yang dipersalahkan oleh Allah haruslah membayar kepada temannya ganti kerugian dua kali lipat.” (Keluaran 22:9, 9)
Kita berdosa kepada Tuhan ketika kita berbuat curang kepada sesama manusia. Ada dalam Alkitab,“ Apabila seseorang berbuat dosa dan berubah setia terhadap TUHAN, dan memungkiri terhadap sesamanya barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang yang diserahkan kepadanya atau barang yang dirampasnya, atau apabila ia telah melakukan pemerasan atas sesamanya, atau bila ia menemui barang hilang, dan memungkirinya, dan ia bersumpah dusta--dalam perkara apapun yang diperbuat seseorang, sehingga ia berdosa--apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya atau yang telah dipercayakan kepadanya atau barang hilang yang ditemuinya itu, atau segala sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima; haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya.” (Bilangan 6:2-5)
Tuhan mengharapkan pengakuan serta pembayaran kembali untuk sesuatu hal yang salah. Ada dalam Alkitab,“ TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, melakukan sesuatu dosa terhadap sesamanya manusia, dan oleh karena itu berubah setia terhadap TUHAN, sehingga orang itu menjadi bersalah, maka haruslah ia mengakui dosa yang telah dilakukannya itu; kemudian membayar tebusan sepenuhnya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada orang terhadap siapa ia bersalah.” (Ulangan 5:5-7)
TUHAN YESUS MEMBERKATI.

STUDY ESKATOLOGIS : KESERATUS EMPAT PULUH EMPAT RIBU ORANG DALAM KITAB WAHYU.SIAPAKAH MEREKA?

Siapakah ke Seratus Empat Puluh Empat Ribu Orang dalam kitab Wahyu? 

 

Tafsiran mengenai 144.000 orang ini berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Yang paling kontras adalah versi saksi-saksi Jevovah yang meyakini 144.000 orang ini adalah jumlah orang yang diselamatkan. Hanya sedikit sekali bukan? Apakah hal ini benar? Siapa mereka? Mari lihat kebenaran ini…
144.000
144.000
Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu. ~Wahyu 7:1-8
Berdasarkan kebenaran diatas, tiga asumsi yang bisa diambil ialah
  • Yang pertama adalah bahwa bilangan itu merupakan tanda untuk sekelompok orang Yahudi yang akan diselamatkan Allah pada akhir zaman.
  • Yang kedua bilangan itu merupakan tanda untuk sekelompok orang yang telah ditentukan Allah untuk menjadi martir.
  • Yang ketiga bilangan itu merupakan tanda untuk seluruh jemaat yang akan dilindungi Allah melewati kesengsaraan pada akhir zaman. Hanya pengujian data yang akan menunjukkan mana di antara ketiganya yang merupakan kemungkinan paling benar.
Tav
Tav
Dalam PL, terdapat kisah yang mirip, yaitu dalam Keluaran 12:12-13, dimana bangsa Israel diselamatkan dari penghakiman Tuhan atas Mesir. Kala itu mereka mengoles darah pada ambang pintu rumah mereka. Darah tersebut merupakan “tanda” perlindungan Tuhan atas Israel terhadap tulah kematian anak sulung di Mesir. Yehezkiel 9 juga menceritakan orang-orang Yahudi yang dilindungi dari penghakiman karena memiliki tanda T di dahi mereka (ת :Tav). Logo ini seperti huruf x atau tanda salib.
Banyak penafsir yang menguraikan ayat ini selaras dengan 2 Kor 1:22, ef 1:13, dan Ef 4:40. Intinya sama, bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus memiliki “tanda” atau materai, sehingga Tuhan mengenal siapan kepunyaanNya. Tanda atau materai ini yang menjamin kepemilikan Tuhan atas orang percaya sampai kesudahannya.

Lantas, 144.000 orang in adalah Gereja atau Orang Yahudi?

Faktanya adalah Yehezkiel mencatata bahwa 140.000 itu memiliki materai di dahi, dan mereka adalah sisa-sisa bangsa Israel. Mereka adalah orang-orang yang disebut dengan “hamba-hamba Allah”. Wahyu 14 mencatat bahwa mereka digambarkan sebagai orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, yang dalam Kitab Wahyu berarti mereka belum pernah terbujuk oleh kekuatan jahat mau ‘pun berkompromi dengan pemujaan berhala. Mereka Juga sepenuhnya benar. “Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu
Bisa jadi mereka adalah orang-orang Yahudi asli yang tidak mau sujud menyembah kepada patung Antikristus, sebab jelas sekali Alkitab mengatakan bahwa Antikristus akan mendirikan patungnya di Yerusalem. Sehingga, orang-orang di Yudealah yang pertama harus melaliran diri. Wahyu 9:4 juga mencatat bahwa mereka yang memiliki tanda di dahi mereka, akan dilindungi dari “belalang-belalang” sangkakala ke-5.
Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. ~Wahyu 13:15
Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota ~Lukas 21:21
Lalu jika 144.000 itu orang Yahudi asli, apakah hanya jumlah itu yang akan diselamatkan? Paulus berkata dalam Rm 11:26 bahwa semua Yahudi akan diselamatkan.
Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub ~Roma 11:26
Ada juga yang menafsirkan bahwa 144.000 orang ini merupakan lambang gereja yang sempurna, karena merupakan angka “totalitas. Tafsiran bahwa ini adalah gereja sempurna dan  mewakili seluruh orang percaya ialah dari segala zaman. Dalam PL terdapat 12 suku Israel dan di PB terdapat 12 rasul. 1000 tahun adalah gambaran dari Kerajaan 1000 tahun. 12x12x1000 merupakan 144.000.
Tetapi perhatikan  Wahyu 7:4
Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari  suku israel

144.000
144.000
Semua ini seturut dengan wahyu Allah kepada nabi Daniel (Daniel 9:24-27). Ke 144.000 orang Yahudi itu semacam “buah pertama” (Wahyu 14:4) dari bangsa Israel yang ditebus yang sebelumnya telah dinubuatkan (Zakharia 12:10; Roma 11:25-27), dan misi mereka adalah menginjili dunia setelah Pengangkatan (Rapture), dan mengabarkan Injil selama masa Penganiayaan Besar.
Sebagai hasil pelayanan mereka (orang-orang dalam Wahyu 7:4), jutaan orang akan beriman kepada Kristus.“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka” (Wahyu 7:9).
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun ~Wahyu 20:4
Ayat ini sangat mengindikasikan kita bahwa 144.000 orang itu sungguh orang-orang Yahudi terpilih, bukan gereja. Lagipula, Perjanjian Baru tidak menawarkan teks yang jelas untuk menggantikan Israel dengan Gereja.kiranya Roh kudus menuntun anda semua untuk memahami isi alkitab di akhir zaman ini.TUHAN YESUS MEMBERKATI.

RENUNGAN : ''PERSEMBAHAN'' YANG BENAR MENGHADAPI AKHIR ZAMAN

Berjaga-jagalah dengan “mengatur persembahan”!

Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya! ~Yeremia 6:17

Shalom saudara terkasih.
Alkitab mengajarkan kita tertib hidup dalam segala hal, termasuk hal-hal rohani. Salah satu cara terbaik agar kehidupan rohani kita terus naik adalah dengan belajar mengatur persembahan di hadapan Tuhan. Sikap mengatur persembahan ini sangat penting kita terapkan dalam kehidupan pribadi kita di akhir zaman, sebab merupakan sikap berjaga-jaga yang tepat!
Mari kita melihat sebuah perkataan dari Raja Daud mengenai hal ini:
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. ~Mazmur 5:4
My voice shalt thou hear in the morning, O LORD; in the morning will I direct [my prayer] unto thee, and will look up (KJV)
Dalam bahasa Ibrani, kata mengatur persembahan berasal dari kata ערך:‛ârak, yang berarti mengatur dengan tepat !
Kata ini sering Raja Daud gunakan untuk khususnya dalam hal perang atau pertempuran. Raja Daud sadar betul bahwa tidak mengatur pasukan dengan baik hanya akan menyebabkan kekalahan!

Apa yang harus diatur?

Jika kita melihat konteks ayat ini, yang Raja Daud atur adalah doa. Perhatikan baik, bahwa ayat ini hendak memberikan kita pengertian bahwa doa harus ditempatkan pada posisi yang tepat!
Raja Daud mengatur persembahannya pada pagi hari. Jika dibaca secara keseluruhan, Pemazmur menyiratkan bahwa si ia merasa sulit melaksanakan tugas-tugas hari itu, tanpa lebih dulu berdoa meminta pertolongan Tuhan dalam pergumulan yang ia hadapi.
Inilah sikap yang benar dihadapan Tuhan mengenai persembahan. Tuhan tidak sedang membagi-bagi waktu mana yang pantas untuk berdoa. Dalam artikel sebelumnya, kita telah melihat bahwa pagi hari merupakan prime timeNya Tuhan!
Berkat dan rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi, Ia melatih kita mendengar suaraNya di pagi hari, bahkan Ia menjumpai umatNya di pagi hari (Rat 3:22-26, Yes 50:4, Ayub 7:18).
Orang-orang pilihan Tuhan di dalam Alkitab juga melakukan hal yang sama.  Ketika Sodom dan Gomora dimusnahkan Tuhan, Abraham  “…pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan Tuhan itu,”  (Kejadian 19:27) ; Yosua juga bangun pagi-pagi saat bersama para imam mengelilingi tembok Yerikho  (Yosua 6:12), dan mujizat terjadi. Bahkan Tuhan Yesus pun berdoa pagi-pagi benar (Markus 1:35).
Sebuah kata bijak mengatakan bahwa jangan pernah memulai konser anda, sebelum menyetel alat musik!
Nasehat yang sama Alkitab berikan pada kita
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. ~Mazmur 90:14
Perhatikan ayat ini dengan baik. Jika kita mengatur pesembahan kita di pagi hari, maka Tuhan akan mengenyangkan kita dengan segala yang baik, di sepanjang hari itu!
Oleh sebab itu, mari belajar untuk mendisipkan rohani kita, dengan mulai berkomitmen mengatur persembahan di pagi hari. Mari berikan waktu yang terbaik bagi Tuhan, dengan menyisihkan waktu kita yang paling awal, bukan justru menyisahkan waktu-waktu setelah kita puas dengan urusan pribadi. Jika anda merasa tidak memiliki waktu, belajarlah untuk meluangkannya. Kita benar-benar tidak punya waktu dengan Tuhan sampai kita mau menyediakannya!
Jika anda adalah orang yang melayani, ini sebuah peringatan bagi kita, bahwa pelayanan dilakukan harus dipersiapkan atau diatur sedemikian rupa. Pelayanan bukan “show” sehingga bisa dilakukan dengan kemampuan diri sendiri tanpa persiapan!
Hari-hari ini, dunia semakin mengarahkan kita dengan segala kesibukan untuk tidak menempatkan doa pada tempat yang utama, termasuk karena kesibukan rohani. Dunia sedang menarik kita, dan Alkitab mengatakan “uang” dan “status rohani” akan menjadi magnet dengan gaya tarik terbesar untuk kita tidak mengatur persembahan kita.

Mengapa ini penting? Sebab dengan mengatur persembahanlah seseorang bisa berjaga-jaga!


Tuhan Yesus berkali-kali mengatkan bahwa berjaga-jagalah! Tetapi untuk berjaga-jaga dengan benar, kita harus memulainya dengan mengatur persembahan.
Mari kita melihat kelanjutan ayat tadi:
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. ~Mazmur 5:4
Dalam bahasa Ibrani, kata menunggu-nunggu berasal dari kata צפה: tsâphâh (KJV: look up), yang berarti berjaga-jaga!
Yesus bersabda:
Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu (look up), sebab penyelamatanmu sudah dekat.” ~Lukas 21:29
Inilah sebuah kunci bagi kita untuk berjaga-jaga. Tanpa mengatur persembahan terlebih dahulu, sikap berjaga-jaga kita hanya sebuah “konsep”!
Saudara, Tuhan rindu supaya kita mempersembahkan waktu terbaik kita, sebelum sibuk dengan aktivitas kita. Dengan mengawali hari bersama Tuhan di pagi hari, maka hadirat dan kuasaNya akan menjaga kita sepanjang hari itu untuk tetap bertindak benar. Dengan demikian, hidup kita terpelihara kudus di hadapanNya!
Tuhan Yesus memberkati

AKHIR ZAMAN STUDY : KAIROS (MEMAHAMI WAKTU TUHAN)

Berusahalah untuk memahami wahyu Tuhan Yesus yang telah termeterai berabad-abad, dan yang kini meterainya telah dibuka oleh Tuhan kita (Wahyu 6). Tujuan tulisan ini adalah menyingkapkan Firman Tuhan bagi mereka yang dituju oleh Kasih Karunia Kristus. Tidak ditujukan kepada mereka yang menolak kasih karunia-Nya, silahkan lanjutkan membaca atau berhenti disini.

Di bagian ini kita akan lebih mengerti bahwa TUHAN menghendaki kita umat-Nya memahami detail rencana-Nya termasuk waktu-waktu yang telah ditetapkan dalam Agenda Tuhan untuk segala sesuatu.
Ada tiga prinsip yang kita akan pahami setelah kita mempelajari rahasia waktu TUHAN dalam Alkitab lebih dalam. Pertama kita akan mengerti bahwa TUHAN bekerja dengan rencana-rencana yang cermat, tidak acak. TUHAN telah merencanakan segala sesuatu dengan agenda dan ketetapan waktu yang cermat. Pengkotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya, artinya segala sesuatu telah direncanakan waktunya secara tepat.
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” (Pkh 3:1)

Yang kedua kita akan mengerti bahwa rencana-rencana TUHAN itu tidak berubah-ubah. Banyak orang berpikir Tuhan sering mengubah rencana-Nya, atau bersifat tidak konsisten, pendapat itu keliru dan merupakan pemahaman yang dangkal. Raja Daud berkata bahwa rencana TUHAN tetap tidak berubah-ubah, bahkan sampai turun-temurun rencana-Nya tidak goyah.
“tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.” (Maz 33:11)
Yang ketiga kita akan mengerti bahwa TUHAN berusaha memberitahu agenda-Nya kepada umat-Nya. Kitab Perjanjian Lama sering disebut sebagai bayangan bagi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang (Ibrani 10:1). Artinya tulisan di dalam Perjanjian Lama mengandung pembeberan dari peristiwa-peristiwa yang TUHAN rencanakan terjadi di zaman akhir ini.
Jika TUHAN telah merencanakan Agenda-Nya secara cermat, lengkap dengan waktu-Nya yang tetap, dan TUHAN berkehendak kita memahami rencana-rencana-Nya secara jelas, dimana kita bisa menemukan Agenda-Nya ? di dalam kitab Taurat-Nya !
Jika kita mempelajari kitab Imamat, kita akan menemukan bahwa rencana Kedatangan Kristus ternyata telah dijabarkan bulan dan tanggalnya sejak jauh-jauh hari. Alkitab telah menyingkapkan pada tanggal dan bulan mana Kristus akan datang untuk kedua kali (Bacalah artikel “AGENDA TUHAN DALAM KITAB IMAMAT”). Ternyata Kedatangan-Nya untuk mengangkat kita akan terjadi pada saat yang bersamaan dengan hari raya “Pondok Daun”. Masalahnya setiap tahun ada peringatan hari raya “Pondok Daun”, apakah Alkitab juga memberi petunjuk mengenai tahun Kedatangan-Nya ?
Mari simak apa yang Alkitab katakan mengenai Tahun Kedatangan-Nya.

TANDA BENDA-BENDA LANGIT
Alkitab tidak hanya menunjukkan Tanggal dan Bulan Kedatangan-Nya lewat hari-hari raya yang dicatat di kitab Imamat, namun juga kapan tepatnya Tahun Kedatangan-Nya. Karena pada prinsipnya TUHAN ingin kita mengerti dengan jelas, setiap detail Agenda-Nya.
Alkitab mengatakan bahwa matahari dan bulan telah ditetapkan menjadi tanda untuk menetapkan waktu, hari-hari dan tahun-tahun. Artinya apa yang terjadi dengan matahari dan bulan adalah “clue” atau petunjuk yang penting berkaitan dengan waktu.
“Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun.” (Kejadian 1:14)
Ayat di atas berkata bahwa matahari dan bulan itu adalah tanda yang menunjukan tahun-tahun. Jadi untuk mengetahui Tahun Kedatangan Tuhan, kita harus memperhatikan apa yang Alkitab katakan tentang matahari dan bulan dalam kaitannya dengan Kedatangan-Nya.
Dalam mengungkapkan peristiwa Hari Kedatangan Tuhan, Alkitab sering menyebutkan suatu tanda yang khas berkaitan dengan matahari dan bulan. Alkitab berkali-kali menyebutkan bahwa matahari akan menjadi gelap atau menjadi hitam dan bulan menjadi darah atau tidak bercahaya. Ini adalah petunjuk bahwa menjelang peristiwa itu akan terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan. Yoel menyebutkan bahwa menjelang hari Tuhan yang hebat dan dahsyat, matahari akan menjadi gelap gulita dan bulan akan menjadi darah.
“Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.” (Yoel 2:31)
Yesaya juga menyebutkan tanda ini sebelum Hari Tuhan datang, yaitu matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak memancarkan cahayanya.
“Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, … matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya.” (Yes 13:9-10)
Tuhan Yesus juga menyebutkan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan ini akan terjadi segera sesudah tribulasi dan menjelang waktu Penampakan Anak Manusia di langit yaitu peristiwa “Pengangkatan” itu.
“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” (Matius 24:29-30)
Rasul Petrus yang penuh Roh Kudus pada hari Pentakosta di Yerusalem juga mengucapkan kembali nubuat Yoel yang menyebutkan tanda peristiwa gerhana matahari dan bulan yang terjadi berturut-turut berkaitan dengan datangnya hari Tuhan yang mulia itu.
“Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.” (Kisah 2:20)
Kitab Wahyu menyingkapkan juga bahwa pada pembukaan meterai keenam, yaitu pada peristiwa hari besar Penampakan Tuhan Yesus (Wahyu 6:16-17), akan sama ditandai dengan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan.
“Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.” (Wah 6:12)
Jadi TUHAN akan membuat tanda alam gerhana matahari yang akan disusul dengan terjadinya gerhana bulan menjelang hari Kedatangan-Nya. Peristiwa alam ini akan menjadi petunjuk waktu untuk memecahkan misteri datangnya hari “Pengangkatan” orang percaya.


Kita tidak boleh secara sembarang menyimpulkan sesuatu, tetapi semua harus diuji dengan teliti dan cermat. Bahwa hari Pondok Daun  yang jatuh pada l Bulan September itu benar-benar adalah hari Kedatangan Tuhan, harus memenuhi satu syarat lagi yaitu hari raya Pendamaian yang jatuh pada bulan ELUL  – harus merupakan waktu yang tepat untuk mengumumkan Tahun Yobel. Mengapa demikian ? Karena sebelum Pengangkatan harus terjadi dahulu Kebangkitan Orang Percaya yang telah mati dalam Tuhan.
“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit.” (1Tesalonika 4:16)
Sementara itu Kebangkitan Orang Percaya hanya akan terjadi pada Tahun Yobel (Ingat Tahun Yobel adalah lambang Tahun Pembebasan dari maut atau Kebangkitan Orang Percaya). Dan Tahun Yobel harus diumumkan tepat pada hari Pendamaian. Jadi hari Pendamaian yang jatuh pada  September 2017 harus memenuhi syarat sebagai awal Tahun Yobel untuk mendukung kesimpulan bahwa Kedatangan Tuhan akan terjadi pada hari Pondok Daun 2017.

PENGUJIAN TAHUN YOBEL

Menurut aturan Imamat 25, Tahun Yobel adalah Tahun Pembebasan yang dihitung empat puluh sembilan tahun setelah bangsa Israel memperoleh tanah perjanjian.
“…Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN.” (Imamat 25:2)
“Selanjutnya engkau harus menghitung… empat puluh sembilan tahun… dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh… pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana… memaklumkan kebebasan… Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu…” (Imamat 25:8-10)
Untuk menghitung jatuhnya Tahun Yobel harus melihat kondisi bahwa bangsa Israel telah menerima negeri yang dijanjikan TUHAN. Jadi ketika bangsa Israel berada dalam pembuangan seperti di Asyur dan di Babilonia, Tahun Yobel tidak boleh dihitung. Begitu juga selama bangsa Israel terserak ke seluruh dunia sejak penjajahan oleh kekaisaran Romawi.
Pada awal abad ke-20, sejak meletusnya perang dunia pertama, bangsa Israel moderen mulai berbondong-bondong ‘eksodus’ dari seluruh penjuru dunia, kembali memasuki negeri yang TUHAN janjikan. Pada tanggal 15 Mei tahun 1948 bangsa Israel moderen menyatakan kemerdekaannya. Namun demikian tanah Perjanjian terpenting yaitu kota tua Yerusalem dan Yudea serta Samaria masih dikuasai kerajaan Yordania. Baru pada Tanggal 7 Juni 1967, melalui peristiwa Perang Enam Hari, Yerusalem dan wilayah Yudea-Samaria dapat direbut kembali. Hari itu dirayakan sebagai “Yom Yerusalayim”, hari kembalinya kota Yerusalem.
Tanggal 7 Juni 1967 adalah tonggak sejarah penting bagi bangsa Israel, dan hari itu merupakan awal yang tepat untuk menghitung Tahun Yobel menurut aturan Imamat 25. Dan bila kita menghitung 49 tahun atau 17,640 hari (49 x 360 hari) dari tanggal 7 Juni 1967, – kita dapat menghitungnya menggunakan komputer dengan program Microsoft Excel misalnya – ternyata hasilnya jatuh tepat pada Tanggal 23 September 2017 !
Ini sungguh suatu tanda yang luar biasa. Dalam sejarah bangsa Israel pun barangkali tidak pernah datang Tahun Yobel sesempurna ini, dimana aturan Imamat 25:9 tentang hitungan 49 Tahun dapat digenapi tepat jatuh pada hari Pendamaian, tidak kurang tidak lebih seharipun. Sepertinya pada tanggal 23 September 2017 ini, kita akan memasuki : “The Real Jubilee” / Tahun Pembebasan Sesungguhnya yang merupakan penggenapan dari perayaan-perayaan Yobel bangsa Israel sebelumnya.
Dengan dipenuhinya pengujian Yobel pada 23 September 2017, maka hari raya Pondok Daun pun genap memenuhi tiga kriteria sekaligus sebagai Hari Tuhan Yang Mulia dan Dahsyat itu. Yaitu memenuhi syarat Hari Raya (Kol 2:16-17), memenuhi Nubuat Bulan Darah (Yoel 2:31) dan memenuhi syarat tentang Yobel secara sangat akurat (Imamat 25:9).
 Perhatikan disini, penulis tidak bermaksud memastikan, apalagi mengatur atau menentukan Tanggal Kedatangan Tuhan. Kristus sendirilah yang menentukan jauh-jauh hari dan Dialah yang menyatakan Hari Kedatangan-Nya baik lewat kitab Imamat dan kitab-kitab para nabi, maupun kitab-kitab Perjanjian Baru, yang menyatakan bahwa Roh Kudus yang diutus Bapa akan mengajarkan segala sesuatunya kepada kita hamba-hamba-Nya (Yoh 14:26), dan oleh kehendak Allah, Roh menyatakan hal-hal yang tersembunyi dalam diri-Nya kepada kita (1Kor 2:10). Sedang kami hanya membagikan hasil studi.

PARASHA TORAH : MENGENAL BULAN ELUL,RANGKAIAN 40 HARI PERTOBATAN



Bulan Elul apakah itu?
Shalom Aleichem saudara, saat ini kita akan membahas bulan Elul dimana bulan Elul ini adalah bulan yang cukup penting bagi umat Hashem/Umat Yahudi,oleh karena itu kita perlu mengetahui apakah Bulan Elul tersebut.saat ini kita sedang memasuki bulan ELUL sebagai rangkaian 40 hari pertobatan menurut Torah moshe.
Bulan Elul adalah bulan terakhir menurut perhitungan Tahun sipil ibrani,
Perlu diketahui bahwa bangsa Israel mempunyai 2 Tahun baru yaitu Tahun baru spiritual dan Tahun baru sipil atau yang sering di sebut sebagai Ulang tahun bumi.
Perhitungan Tahun spritual : Perhitungan Tahun sipil:
1. Bulan Abib/Aviv/Nissan. 1. Bulan Tishri
2. Bulan Iyar 2. Bulan Chesvan
3. Bulan Siwan/Sivan 3. Bulan Kislev
4. Bulan Tammuz 4. Bulan Tevet
5. Bulan Av 5. Bulan Shevat
6. Bulan Elul 6. Bulan Adar
7. Bulan Tishri 7. Bulan Abin/Aviv/Nissan
8. Bulan Cheshvan 8. Bulan Iyar
9. Bulan Kislev 9. Bulan Sivan
10. Bulan Tevet 10. Bulan Tammuz
11. Bulan Shevat 11. Bulan Av
12. Bulan Adar 12. Bulan Elul
bulan ini pada tanggal 1 Elul di peringati juga sebagai naiknya Moshe ke gunung Sinai untuk kedua kalinya,yang pertama adalah dimana Moshe menerima Torah saat Shavuot ( Shavuot diperingati sebagai Hari turunnya Torah)
Dibulan inilah Moshe berada 40 hari di gunung Sinai hingga kembali turun pada tanggal 10 Tishri ( Yom Kippur ),Yeshua juga berpuasa di saat bulan Elul hingga tanggal 10 Tishri.Bulan Elul ini di sebut juga sebagai bulan Pertobatan atau Teshuvah,dimana kita mulai belajar berpuasa sehingga saat Yom kippur kita mampu melakukan puasa penuh. Dibulan Elul inilah kita memulai menilai diri (Tehilat palel) karena bulan Elul ini adalah persiapan kita untuk menjelang tiga Hari raya di bulan berikutnya yaitu Yom teruah( Rosh Hasanah),Yom Kippur dan Sukkot.
Apakah kita sudah mengenal Bulan Elul ini? Mari kita telusuri dan melihat bulan Elul dari sudut pandang Judaism.
Dibulan Elul ini kita diberi kehendak bebas ( Bechirat Chofshit) oleh Hashem untuk menentukan pilihan kita antara mentaati atau kembali kepada Hashem atau meninggalkan Hashem ( tidak mau mentaati perintah Hashem ). Pengertian Kehendak bebas dari sudut pandang Judaism adalah yang dapat kita baca di dalam Ulangan 11:26-28 , dimana kita di perhadapkan dengan Berkat (berakha) dan Kutuk (Kelala).
Perlu diketahui kata Teshuvah/pertobatan di dalam bahasa ibrani berbeda dengan pertobatan di dalam bahasa Yunani ( Metanoia) walau kedua artinya hampir sama dan diartikan dengan pertobatan tetapi mempunyai pemahaman yang berbeda.
Teshuvah di artikan juga sebagai “Kembali Kepada Tuhan” yaitu menyadari bahwa kita ada di dunia ini untuk melayani Dia karena kita adalah milikNya,sehingga saat kita lupa akan tujuan hidup kita maka di bulan Elul ini mulai kembali melihat (Reeh) Hashem bahwa hanya kepada Dia saja lah arti dan tujuan Hidup kita di dunia ini.
Metanoia di artikan dengan pertobtan juga atau “kembali ke Tuhan” tetapi dengan artian bahwa kita menyesali atas perbuatan kita yang telah lalai dalam kehidupan kita,oleh karena dalam sudut pandang Yunani pertobatan hanya di ukur jika kita berbuat salah kemudian menyesali perbuatan kita kemudian kita berjalan di jalan katakana,maka tak heran banyak sekali film-film rohani kristen yang menonjolkan pertobatan dari sisi Yunani,misal penjahat sadar dan bertobat
kemudian menjadi pendeta,atau dikenal dengan istilah pendosa yang berbalik arah menjadi orang baik.
Ini adalah suatu garis perjalanan di bulan Elul yang perlu kita ketahui
1.Tanggal 1 Elul (Rosh Chodesh) memperingati naiknya Moshe ke gunung Sinai
2. Tanggal 15 Elul di sebut juga sebagai Chesbon Hanefesh (pencarian jiwa)
3. Tanggal 25 Elul di peringati awalnya Hashem menciptakan Bumi
4. 1 Tishri sebagai Yom teruah atau Rosh hasana atau disebut sebagai ulang tahun bumi.
Bulan Elul ( lwla ) ini juga merupakan singkatan dari yl ydwdw ydwdl yna ( ani le dodi we dodi li) Kidung agung 6:3
Di bulan Elul ini kita merenungi Chesed yang merupakan bagian dari Atribut Hashem , Chesed juga sebagai bagian dari Atribut pengampunan. Dan dari pengampunan ini kita mengenal 13 belas Atribut Hashem yang perlu kita ketahui.
1. YHWH
2. YHWH
3. El
4. Rachum/Rechem
5. Chanun
6. Erech apayim
7. Rav Chesed
8. Rav emet
9. Notza
10. Avon
11. Pesha
12. Chataah
13. Nakkeh
Kita melihat atribut pengampunan No.1 dan No. 2 adalah sama ini dikarenakan Nama YHWH pertama mewakili atribut Haav dan yang kedua mewakili atribut Ha Ruach.
Mari kita lihat atribut ini di dalam Kel 34:6-7 :
6 Berjalanlah YHWH lewat dari depannya dan berseru: "YHWH, YHWH, Elohim penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan kebenaran-Nya,
7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."
(Kel 34:6-7 )
6 wayya`ábör yhwh(´ädönäy) `al-Pänäyw wayyiqrä´ yhwh(´ädönäy) yhwh(´ädönäy) ´ël raHûm wüHannûn ´eºrek ´aPPaºyim würab-Heºsed we´émet
7 nöcër Heºsed lä´áläpîm nöSë´ `äwön wäpeºša` wüHa††ä´â wünaqqË lö´ yünaqqè Pöqëd `áwön ´äbôt `al-Bänîm wü`al-Bünê bänîm `al-šillëšîm wü`al-riBBë`îm
(Exo 34:6-7 BHT)
Setelah kita mempelajari Bulan Elul ada satu hal yang menarik saat kita mempersiapkan hati kita akan tiga Hari raya yang akan kita rayakan di bulan Tishri,bahwa dibulan ini kita harus selalu memandang/melihat Hashem (Reeh),yang kemudian di sebut juga sebagai Yiraat Hashem atau Takut akan Hashem.
Pertanyaannya apakah Yiraat Hashem atau takut akan Elohim tersebut?
Kita telah mempelajari bahwa sebagai manusia kita DiMinta oleh Hashem dengan 5 permintaan :
1. Takut akan Elohim
2. Mendengarkan Elohim
3. Memelihara Perintah
4. Beribadah kepada Elohim
5. Bergantung kepada-Nya
Saat ini kita akan membahas yang pertama yaitu Takut akan Hashem atau Yiraat Hashem.
Dalam Midrash Rabbinic Takut akan Elohim di bagi menjadi tiga Level dan ini dapat menjadi ukuran bagi iman kita seberapa dekat kita memahami dan mengenal Hashem. Yiraat Hashem di bagi menjadi tiga yaitu :
1. Yiraat Haonesh : Rasa takut kepada Hashem di dasari ketakutan akan konsekwensi Misal : Sesorang melanggar Shabbat kemudian kehujanan atau mendapatkan ”musibah” maka kita akan berkata “wah ini karena melanggar Shabbat maka kita dapat kesialan ini” . maka kemudian kita akan mentaati perintah Hashem di dasari rasa takut seperti ini.
2. Yiraat Ha Malkhut : Rasa takut ini hampir sama dengan yang pertama tetapi yang kedua ini karena takut masuk “neraka”/ “siksaan kekal” dan di hukum saat mati nanti. Kemudian kita mentaati Perintah Hashem atas dasar kengerian akan “neraka”/ “siksaan kekal“.
3. Yiraat Haromemmut : Rasa takut ini adalah di dasari karena Respek kepada Hashem atau menyadari bahwa kita memang adalah milik-Nya sehingga kita mentaati Perintah Hashem di dasari karena kita mengasihi Hashem ,seperti David berkata bahwa Perintah-perintah Hashem sangat ia cintai.
Ketiga rasa takut kepada Tuhan ini adalah level dimana iman kita telah memahami Kehendak Hashem,level 1 dan 2 ini adalah dimana pemahaman kita masih tercampur dengan budaya Pagan,yang di sebut Karma,sedangkan level ketiga adalah level tertinggi yaitu saat iman kita selalu bertumbuh sehingga mentaati perintah Hashem tanpa motivasi,dan semua itu di dasari karena kita mengasihi-Nya.
Kesimpulan :
Mari di bulan Elul kita mulai menilai diri kita untuk memasuki tiga Hari Raya yang di perintahkan Hashem untuk kita rayakan,dan di bulan Elul ini kita dapat merenungkan segala Atribut Kasih-Nya yang telah Dia ijinkan supaya kita dapat mengenal-Nya. Tanyakan kepada diri anda sudah sesuaikah kita dalam memelihara perintah Hashem dalam hidup kita?,sudah benarkah rasa takut kita ditempatkan,bahwa rasa takut kita hanya di berikan kepada Hashem dan bukan pada hal-hal yang sia-sia seperti hantu,kekhawatiran akan masa depan dsb?. Apakah motivasi kita memelihara perintah-peritah Hashem sudah benar? Yaitu motivasi atas dasar Mengasihi-Nya?.
Akhir kata terus dan terus belajar untuk selalu mengenal Sang Pencipta kita dan mengenal Karakternya yang telah di ijinkan-Nya agar manusia dapat mengenal-Nya,Takutlah kepada Hashem karena seperti amsal 1:7 berkata “ TAKUT AKAN YHWH ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN “ sehingga kita mencapai titik dimana memelihara,mematuhi Perintah-Perintah-Nya atas dasar kita Mengasihi-Nya sehingga kita dapat berkata seperti David Berkata di dalam Mazmur 19:9 “AJARAN YHWH ITU BENAR;DAN PERINTAH YHWH ITU MURNI,MEMBUAT MATA BERSINAR“.
SHABBAT SHALOM!!!!!!
BY:RABBI GABRIEL ZAHAAVI
Back To Top